Wednesday, June 17, 2026

a love letters: The Sensitive.

Jakarta Popfest 2026 hari pertama mungkin akan jadi pengingat untuk setiap dari kalian yang hadir malam itu, termasuk saya. The Sensitive memutuskan untuk menyudahi perjalanan mereka malam itu di Jakarta Popfest, hal yang sepertinya sudah di rencanakan oleh Tiok, sebab tanpa wacana kolektif yang ia gagas dengan mengajak Untune Records, Forfun Cookies, Shinny Happy Records bersekutu bersama Heaven Punks mungkin Jakarta Popfest gak akan pernah terjadi.




(The Sensitive at Jakarta Popfest 2026. photo by mi_mo_mew)


Mungkin saya baru berani untuk bisa mengobrol dengan mas Tiok belum lama ini, tapi yang perlu kamu tau saya sudah mengikuti semua hal yang ia lakukan sejak hari pertama. Bahkan sejak ia memulai Macho Boy yang di unggah Bintang (Mellon Yellow) di akun youtube nya belasan tahun lalu dan saya yakin banyak diantara kalian tidak tau soal itu, namun dari segudang proyek musik yang ia buat The Sensitive lah yang akan selalu ada di hati saya selamanya melebihi Strawberry Wine bahkan Aggi.

Semua rilisan The Sensitive saya miliki dalam rak kaset yang saat ini sudah sangat jarang sekali diputar sejak deck saya rusak. Saya berani mengklaim diri saya adalah big supporter mereka karena hampir setiap rilisan yang mereka buat saya beli, walau tidak semua dan hadir di beberapa kesempatan ketika mereka melakukan show. Saya gak akan cerita panjang lebar soal bagaimana saya mengenal The Sensitive, terlalu buang-buang waktu dan teramat bodoh untuk saya lakukan apalagi sampai harus menulis review set mereka malam itu, satu persatu tiap lagu. Saya selamanya memilih terlihat lebih buruk di bandingkan mediocrity musik media hari ini yang tulisan di setiap artikel nya bahkan lebih jelek dari cuplikan influencer bicara soal mimpi basah revolusi yang berujung penokohan pada aksi massa beberapa tahun lalu. You know it. 



The Sensitive - Full Set at Jakarta Popfest 2026

            source by YT; Edgarvideobureau


Pada akhirnya memang seperti itulah sebuah band yang sempurna di mata saya. Menyudahi semua yang sudah mereka lakukan tanpa perlu memaksakan untuk terus jalan ketika di rasa sudah cukup, persis seperti apa yang dilakukan Lawrence puluhan tahun lalu bersama Felt. Mas Tiok paham benar dengan semua value dari hal-hal itu, saya belajar banyak dari nya. 


Makasih mas Tiok, mas Yanu, dan The Sensitive udah kasih banyak references dan influences buat saya dan teman-teman yang lain. we owe everything from you. Semoga Opam bisa secepatnya rilis EP dan kalau Tour nya jadi, saya ikut ya! Hahaha



RIP The Sensitive (2018-2026).





(The Sensitive at Jakarta Popfest 2026. photo by mi_mo_mew)



Monday, June 15, 2026

Weekend of Happiness, Again Please.....


2 hari pasca Jakarta Popfest, kehidupan berangsur mulai kembali seperti sedia kala. Saya balik lagi di perkosa pekerjaan, di peras bos lagi karena tuntutan keadaan yang menyedihkan nya secara sistematis memang dirancang agar harus saya jalani. Anjing! saya berharap hidup singkat ini bisa saya habiskan seperti weekend kemarin, menyaksikan semua band yang saya sukai bermain, membicarakan hal-hal di luar rutinitas harian brengsek dengan semua orang yang punya interest sama adalah highlight terbaik dari 2 hari Jakarta Popfest berlangsung. Teman baru dan teman lama semua hadir termasuk orang yang kamu benci dan juga cintai.

       (Maisonette live at Jakarta Popfest 2026)


Saya gak mau menuliskan secara detail bagaimana setiap band tampil, karena semua memainkan set list yang hampir sempurna tanpa terkecuali. Baik band-band di hari pertama atau kedua. Dan kalian yang datang pun pasti juga menyadari, betapa magis nya set Egofatum karena saya yakin kalian semua yang hadir 2 hari di weekend kemarin adalah maniak pop sejati.  

         (Sweaters live at Jakarta Popfest 2026)

Terima kasih tak terhingga buat Heavenpunks, Untune Records, Shiny Happy Records, ForFun Cookies, dan semua teman-teman yang terlibat di Jakarta Popfest yang memberi memories one of the best ever weekend of my life. 


Again, please...... ❤️