Sunday, August 16, 2026

Jennifer Is Dead!


Sebagai fan saya sedikit merasa kecewa dengan keputusan Ebbie untuk tetap melanjutkan Clubwater pasca Jakarta Popfest setelah ia bilang itu akan menjadi show terakhir mereka. Entah apa yang ada dalam benak dan pikiran nya mengapa ia memilih jalan itu, saya sama sekali tidak tau dan tak ingin tau. Namun satu hal yang dapat saya yakini, terkecuali omongan Ebbie yang tidak bisa di percaya adalah fakta bahwa ia masih menjadi salah satu penulis musik pop favorit saya di scene lokal hari ini. 

Ebbie adalah satu dari beberapa orang yang saya tau bisa menulis musik pop sesuai dengan apa yang dia rasakan, tanpa di buat-buat, dan sepenuh hati. Kamu gak akan pernah mampu mengalahkan magis dari pop song yang di tulis dengan formula seperti yang Ebbie lakukan bersama Jennifer, itu fakta. Dan jika kalian mengira saya mengada-ada silakan dengarkan "Barbershop Blues", bagaimana bisa ia menulis lirik seklise itu untuk seorang kasir perempuan disebuah barbershop? terdengar sedikit bodoh bukan?. Namun terkadang cinta memang selalu menempatkan seseorang pada titik paling bodoh dalam hidup mereka untuk seorang yang mereka sukai.


Semua hal di dunia ini ada bukan untuk bertahan selamanya, apalagi hanya sebuah band. Saya hanya perlu merayakan Jennifer dalam hati, dan mendoakan yang terbaik untuk Clubwater.


Jennifer - Barbershop Blues (promo video) 



Wednesday, July 22, 2026

Vanishing Muffins - Revolution (EP Review)

 



Vanishing Muffins adalah jawaban yang kamu butuhkan dari semua terminologi 'noisepop' yang selama ini di legitimasi para hipster mediocrity. 4 tracks yang seharusnya mampu membuat omong kosong soal "shoegaze" tak lagi relevan di tulis sebagai highlight utama konten media musik lokal hari ini, apalagi sampai harus di perdebatkan.


Bahkan sampai detik ini pun "Liminal" masih membuat saya takjub, setelah puluhan kali mendengarnya sejak dirilis. ya ampun, betapa bagus nya lagu itu.


Untuk kesekian kalinya Disanorak membuat saya bersorak dengan apa yang mereka lakukan. Dan jika kamu masih terlalu bodoh untuk mengerti apa yang saya maksud, mungkin kamu bisa memulai untuk memberi Vanishing Muffins perhatian lebih sebelum penyesalan datang menghantui mu.


https://disanorak.bandcamp.com/album/vanishing-muffins-revolution-ep


"Revolution in the air? you can feel it? of course you do".





Tuesday, July 7, 2026

Maisonette - Sin


 

Poseur selalu bicara seolah indiepop hanya menyoal hal-hal naif dan pembodohan lewat print merch bertuliskan "POP?" yang di rayakan para bigot fans dengan pembenaran "support your local band". Oh betapa, indah nya menjadi konsumen tetap produk kebohongan mereka. Lalu mediocrity mulai membicarakan soal Postcard di laman sosial media seolah mengerti akan alasan mengapa Josef K harus selesai ditengah jalan dan kegagalan yang saya yakin disesali Alan Horne seumur hidup nya karena tak pernah sempat merilis Jazzateers dalam diskografi Postcard. 


Pop scene lokal hari ini terlalu rancu, bahkan terkesan sampah dimata saya. Namun Maisonette hadir sebagai bentuk kesadaran. Lebih tepat nya pembawa pesan yang jelas, bahwa ada hal-hal lain yang bisa di tulis selain menjual romantisme duduk di taman bersama pujaan hati dan mengkhayal pergi ke Anorak City yang semakin terdengar klise dan semakin membosankan.


Dan kalau pun kamu tidak mengerti dengan apa yang saya maksud, tidak masalah. Sama hal nya seperti saya enggan peduli dengan semua omong kosong pop kids yang tak pernah sadar alasan kenapa Haidar dan Maisonette adalah salah satu dari pop group lokal yang akan selalu mendapat tempat di hati saya selamanya. 


Maisonette - Sin



Wednesday, June 17, 2026

a love letters: The Sensitive.

Jakarta Popfest 2026 hari pertama mungkin akan jadi pengingat untuk setiap dari kalian yang hadir malam itu, termasuk saya. The Sensitive memutuskan untuk menyudahi perjalanan mereka malam itu di Jakarta Popfest, hal yang sepertinya sudah di rencanakan oleh Tiok, sebab tanpa wacana kolektif yang ia gagas dengan mengajak Untune Records, Forfun Cookies, Shinny Happy Records bersekutu bersama Heaven Punks mungkin Jakarta Popfest gak akan pernah terjadi.




(The Sensitive at Jakarta Popfest 2026. photo by mi_mo_mew)


Mungkin saya baru berani untuk bisa mengobrol dengan mas Tiok belum lama ini, tapi yang perlu kamu tau saya sudah mengikuti semua hal yang ia lakukan sejak hari pertama. Bahkan sejak ia memulai Macho Boy yang di unggah Bintang (Mellon Yellow) di akun youtube nya belasan tahun lalu dan saya yakin banyak diantara kalian tidak tau soal itu, namun dari segudang proyek musik yang ia buat The Sensitive lah yang akan selalu ada di hati saya selamanya melebihi Strawberry Wine bahkan Aggi.

Semua rilisan The Sensitive saya miliki dalam rak kaset yang saat ini sudah sangat jarang sekali diputar sejak deck saya rusak. Saya berani mengklaim diri saya adalah big supporter mereka karena hampir setiap rilisan yang mereka buat saya beli, walau tidak semua dan hadir di beberapa kesempatan ketika mereka melakukan show. Saya gak akan cerita panjang lebar soal bagaimana saya mengenal The Sensitive, terlalu buang-buang waktu dan teramat bodoh untuk saya lakukan apalagi sampai harus menulis review set mereka malam itu, satu persatu tiap lagu. Saya selamanya memilih terlihat lebih buruk di bandingkan mediocrity musik media hari ini yang tulisan di setiap artikel nya bahkan lebih jelek dari cuplikan influencer bicara soal mimpi basah revolusi yang berujung penokohan pada aksi massa beberapa tahun lalu. You know it. 



The Sensitive - Full Set at Jakarta Popfest 2026

            source by YT; Edgarvideobureau


Pada akhirnya memang seperti itulah sebuah band yang sempurna di mata saya. Menyudahi semua yang sudah mereka lakukan tanpa perlu memaksakan untuk terus jalan ketika di rasa sudah cukup, persis seperti apa yang dilakukan Lawrence puluhan tahun lalu bersama Felt. Mas Tiok paham benar dengan semua value dari hal-hal itu, saya belajar banyak dari nya. 


Makasih mas Tiok, mas Yanu, dan The Sensitive udah kasih banyak references dan influences buat saya dan teman-teman yang lain. we owe everything from you. Semoga Opam bisa secepatnya rilis EP dan kalau Tour nya jadi, saya ikut ya! Hahaha



RIP The Sensitive (2018-2026).





(The Sensitive at Jakarta Popfest 2026. photo by mi_mo_mew)



Monday, June 15, 2026

Weekend of Happiness, Again Please.....


2 hari pasca Jakarta Popfest, kehidupan berangsur mulai kembali seperti sedia kala. Saya balik lagi di perkosa pekerjaan, di peras bos lagi karena tuntutan keadaan yang menyedihkan nya secara sistematis memang dirancang agar harus saya jalani. Anjing! saya berharap hidup singkat ini bisa saya habiskan seperti weekend kemarin, menyaksikan semua band yang saya sukai bermain, membicarakan hal-hal di luar rutinitas harian brengsek dengan semua orang yang punya interest sama adalah highlight terbaik dari 2 hari Jakarta Popfest berlangsung. Teman baru dan teman lama semua hadir termasuk orang yang kamu benci dan juga cintai.

       (Maisonette live at Jakarta Popfest 2026)


Saya gak mau menuliskan secara detail bagaimana setiap band tampil, karena semua memainkan set list yang hampir sempurna tanpa terkecuali. Baik band-band di hari pertama atau kedua. Dan kalian yang datang pun pasti juga menyadari, betapa magis nya set Egofatum karena saya yakin kalian semua yang hadir 2 hari di weekend kemarin adalah maniak pop sejati.  

         (Sweaters live at Jakarta Popfest 2026)

Terima kasih tak terhingga buat Heavenpunks, Untune Records, Shiny Happy Records, ForFun Cookies, dan semua teman-teman yang terlibat di Jakarta Popfest yang memberi memories one of the best ever weekend of my life. 


Again, please...... ❤️

Wednesday, April 29, 2026

Interview: The Suncharms

 



The Suncharms kembali dengan album baru setelah jeda 5 tahun dari album terakhir yang mereka rilis. Saya berkesempatan mewawancara Marcus dan berbicara beberapa hal, seperti mengapa butuh waktu yang cukup lama buat The Suncharms merilis debut album penuh mereka, perspektif mereka tentang scene hari ini, dan bagaimana proses pengerjaan album terbaru mereka.



Hello The Suncharms, thanks for letting me make this interview. how are you guys?


We are all very excited to be releasing album 3. We went our separate ways in 1993, so to be back together as a group of friends and being creative is wonderful. It's not often in life you get a second chance, so we are appreciating every moment. 


Can you introduce yourself to readers of this blog? 


I'm Marcus the singer and tambourine rattler. I live in Sheffield. 


Most of people know The Suncharms form since 1991. tell us how it starts and how the scene back then?especially in the UK, where this movement (people always say indie scene) starts.


It started from our bedrooms. Me and Richard (bass player) making compilation tapes as teenagers. Walking everywhere with headphones in, devouring music magazines and seeing bands like McCarthy, That Petrol Emotion, Brilliant Corners in tiny venues in the Sheffield Manchester Leeds. We just said to each other let's form a band. Richard picked up his brothers acoustic guitar which had one  string and I started singing along to these simple songs. It just so happened that Richard started Art College where he met Matt, who had a real guitar and amp. Matt then had friends Chris and John who he'd been in bands with before. We started practicing in my parents garage before plucking up the courage to play our first gigs. Quite early on we played at the leadmill opening for the Cranes. The Sheffield scene was very diverse with punk and synth bands. It was only through the NME / music papers that created a national scene calling it Shoegaze and listening to our 90s tracks we had a lot in common with Ride, Pale Saints ,14 iced Bears. We never knowingly copied anyone.


A memorable gig was when we played with the Television Personalities & The Fat Tulips in Nottingham. Lots of Bowl haircuts Chelsea boots and clothes like the Byrds in 1965. I'm still a massive TVP fan. In 1991 there was still people keeping the Anorak / 60s scene going, which I found myself travelling to all these obscure nights.




Any group who make you think, “okay, we must start a band too”? for example,

like Talulah Gosh they starting the group after  seeing The Pastels gig, are you guys had an inspiration like that?


As a teenager the Pastels, McCarthy, Field Mice, the Byrds, the Buzzcocks all went someway to make me want to form a band. The excitement of getting a Sarah Records single posted to you in a padded envelope.

Running for the last bus and sleeping on train station platforms so you could hear a bands last song (missing your train) It was all part of that excitement of discovering music.

However it was probably The Dead Kennedys when I was sixteen that gave me the spirit to try and do and something different.


I really like your split tapes with indonesian band Mirrorlakes through Shinny Happy records.

how did the project finally came about?


We were approached by Eko who runs shiny happy records who asked if we wanted to do the split tape. We are also on two shiny happy compilation albums.



The Suncharms first album was released in 2021 through Sunday Records,

why did it take so long to finally release your first full-length album since you guys starting the band? 


In 1992 we went our separate ways. There was no big fallout. We had released two EPs and done a John Peel session. No album had been written as the label also folded (Wilde Club Records). We were approached by Slumberland Records just as we were splitting to release a single. A demo tape we was posted but never arrived. (We had chance to put this right with a single Red Dust in 2018 released on Slumberland Records).


In 2016 Cloudberry Records asked us if we would be interested in releasing our 90s EPs on CD. It was 24 years since the band had been in a room together. We met in a pub and brought along press cutting and photos for the booklet that was accompanying the CD. It was at this meeting that we decided to book a rehearsal room. We haven't stopped writing since. The Distant Lights album is all original new tracks written after 2016.


I really like the new album of The Suncharms, how the process of making this record? can you tell to us? 


It usually starts with Matt recording a demo of the track. We then bring all our parts to the track and it usually changes completely from the original idea. It's a very democratic process. This album has strings vintage organs, guitars repaired and played by Matt that he's sourced from Russia. Some from the 60s. We aren't constrained by fashion just add the instruments we like and serve the song, give atmosphere to the lyrics. We've even got a Mellotron on a track.


do you guys make any plan to promote this album? maybe touring around UK?


Not my plans to tour however not ruling out one off gigs.




last question, do you have any suggestion for us bands worth listening to nowdays?


For me you can't go wrong listening to Northern Soul there's always an obscure track that can be your own special find. As for cult bands it'd have to be the West Coast Pop Art Experimental band.



Thanks Marcus for your time doing this interview. Best of luck for the future for you and The Suncharms. x


Darkening Sky

thesuncharms




Thursday, April 2, 2026

Our Parents Are Marxists - Demo 2026 (Disanorak)




alert; a new project from Heaven Punks boss! Punk as u wish!

Entah berapa banyak musik yang sudah Tiok buat, saya bahkan sampai sulit buat mengingat semua projek musik yang ia lakukan. Beberapa waktu lalu ia sempat menulis cuitan bahwa ia akan memulai sebuah band baru, saya berpikir mungkin akan sama seperti band-band dia sebelumnya. Maklum, karena memang seperti itulah fan; selalu penuh dengan spekulasi bodoh yang berakhir pada kesalahan besar. 


Buat saya OPAM terdengar fresh secara musik, berbeda dari semua band Tiok sebelumnya. Keluar dari tipikal jangly sound The Senstive yang melekat dengan nya, meski siapapun akan mengerti ketika mencerna lirik yang ia tulis di 2 lagu Demo OPAM ini. Karena bagi saya, ia satu-satu nya yang mampu menulis lirik dengan muatan politikal paling paripurna di scene indiepop lokal, dan kalau kamu tidak percaya dengan apa yang saya sebutkan; silakan kamu bisa gali semua diskografi The Sensitive untuk mulai percaya. 


Kalau kamu merasa sedih karena Tiok akan menyudahi The Sensitive di tahun ini, saya mengerti. Namun saya tidak akan melakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan. Karena bagi saya sebuah band memang hadir hanya untuk diselesaikan, entah dengan cara yang berkesan ataupun tidak. Saya gak perlu meratapi kesedihan atas selesainya band yang akan selalu ada di hati saya selamanya; The Sensitive. Karena, OPAM datang sebagai cerminan akan kemuakan saya terhadap Bos saya yang brengsek di tempat kerja.