Beberapa bulan kebelakang saya semakin muak dengan semua citra para wanks yang menganggap diri mereka punks namun masih tetap membuat excuse untuk hal-hal bodoh yang terus mereka lakukan terus menerus.
Lebih parah nya lagi, mereka semakin tidak tahu malu untuk tampil dengan para bandit dan assholes yang mengambil keuntungan dari setiap konten bodoh yang di poles semenarik mungkin sebagai aset daya jual lewat media busuk dengan label "musik underground".
Saya sadar betul hal seperti ini akan terus ada, selama para idiots tersebut masih menjadi kompromis yang mengamini; bahwa bekerja sama dengan corong-corong kapitalisme adalah jalan cepat menuju pencapaian utopis dari pergerakan yang mereka bangun lewat citra palsu sebagai sebuah budaya tandingan berkosmetika narsistik level Prabowo.
No comments:
Post a Comment